Muthia Putri Luqman Blog

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label materi seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi seni. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2018

Pembahasan Lengkap Seni Rupa Daerah Setempat

A. Pengertian dan Media Seni
     Istilah Seni dalam bahasa inggris disebut Art, dalam bahasa latin Ars, dan dari bahasa yunani Techne. Techne artinya kemahiran atau keterampilan membuat sesuatu benda. Istilah seni selalu berkaitan dengan keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang terdapat dalam karya seni.
     Karya seni tercipta melalui pilihan media yang beragam. Berdasarkan media yang digunakan , seni dibedakan sebagai berikut.
  1. Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran (Audio Art), misalnya seni musik, seni suara, dan seni sastra (puisi, pantun).
  2. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan (Visual Art), misalnya lukisan, poster, seni bangunan, seni gerak beladiri, dsb.
    contoh Visual Art (lukisan)
  3. Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (Audio Visual Art), misalnya pertunjukan musik, pagelaran wayang, film, dsb.
    contoh Audio Visual Art (Pertunjukan Musik)
B. Bentuk dan Fungsi Seni Rupa Daerah Setempat
     Seni rupa adalah suatu karya seni yang dapat memuaskan perasaan seseorang karena keindahannya dan diwujudkan dalam bentuk rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan.
lihat pembahasan seni rupa selengkapnya.
     Seni rupa berdasarkan wujudnya dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Seni rupa 2 dimensi (dwimatra) adalah karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar dan hanya dapat dilihat nilai estetiknya dari satu arah. Misalnya lukisan, batik, foto, dan wayang kulit.
    Wayang Kulit yang termasuk Dwimatra
  2. Seni rupa 3 dimensi (trimatra) adalah karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi dan dapat dilihat nilai estetiknya dari segala arah. Misalnya patung, meja dan kursi.
     Seni rupa berdasarkan fungsinya dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Seni rupa murni adalah seni rupa yang mengarah pada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan ekspresi pribadi, atau kebutuhan batin. Misalnya karya-karya seni lukis, seni patung, benda-benda kriya hias, dsb.
  2. Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang memiliki fungsi ganda, yaitu selain untuk pemenuhan kebutuhan batin, juga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari sesuai kegunaannya. Misalnya meja, kursi, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga.
C. Perubahan Fungsi Seni Rupa
  1. Seni kepercayaan menjadi seni mumi, misalnya patung asmat, arca batu dan keris pusaka, dahulu untuk tujuan spiritual, tetapi sekarang banyak yang dibuat untuk hiasan.
    Arca Dwarapala
  2. Seni rupa murni menjadi seni kerajinan, misalnya bentuk-bentuk replika patung pada gantungan kunci. Ciri benda kerajinan diproduksi dalam jumlah besar dalam bentuk yang sama. Sedangkan benda hiasan yang dibuat pertama kalinya dinamakan seni rupa murni.
  3. Teknik seni kriya menghasilkan seni mumi, misalnya teknik batik tulis untuk lukisan batik, lukisan keramik, lukisan bordir, teknik cor untuk karya seni hias logam, dsb.
    contohnya lukisan bordir 3 dimensi 
D. Seni Rupa Murni Daerah Setempat
     Seni rupa murni daerah setempat adalah karya snei rupa yang berwujud dua dimensi (dwimatra) yang berfungsi sebagai nilai estetis yang terdapat di daerah setempat. 
  1. Seni Lukis, merupakan karya seni rupa berwujud 2 dimensi yang dalam penciptaannya mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap terang, dll melalui pertimbangan estetik.
  2. Seni patung, merupakan cabang seni rupa yang berwujud 3 dimensi dengan proses penciptaannya menggunakan teknik pahat, teknik modeling (dibentuk), atau teknik casting (cetak).
  3. Seni grafis, merupakan salah satu cabang seni rupa 2 dimensi yang dikerjakan dengan teknik cetak. Terdapat beberapa ragam seni grafis, antara lain seni grafis yang dibuat dengan teknik sablon, cetak tinggi, cetak litho, dan cetak etsa.
baca juga : Ragam Hias beserta Motif-Motifnya

Jumat, 30 Maret 2018

Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara

A. Konsep Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara
     Karya seni rupa murni banyak diproduksi oleh perupa di nusantara dan mancanegara. Di nusantara banyak perupa di bidang seni lukis seperti R.Saleh, Abdullah Suriosubroto, Basuki Abdullah, Afandi, dll.

B. Ragam Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara
  1. Seni lukis, merupakan salah satu cabang seni rupa murni yang berdimensi dua dan pembubuhan cat para pelukis mencoba mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimilki pelukisnya.
  2. Seni patung, merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan, alat, dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.
  3. Seni grafis, merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi dua. Berdasarkan dimensinya, seni grafis sama dengan seni lukis namun dari segi teknik pembuatannnya memilki perbedaan.
C. Gaya Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara
     Gaya/corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam. Secara garis besar, gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi 3 :

  1. Tradisional. Karya seni rupa nusantara dan mancanegara juga memiliki gaya tradisional. Gaya ini terbagi 2, yaitu primitif dan klasik.
  2. Modern.
        Sejalan dengan perkembangan kebudayaan, bangsa di muka bumi ini mengalami perubahan dan kemajuan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan dan kemajuan itu juga mengimbas pada dunia kesenian khususnya seni rupa. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi 3, yaitu : 1. Gaya refresentatif         2. Gaya deformatif        3. Gaya nonrefresentatif
  3. Post modern 
        Post modern atau disingkat "Posmo" adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Sejalan dengan perkembangan masyarakat dunia, seni rupa pun ikut mengalami perkembangan gaya. Jika seni rupa tradisional memiliki ciri ornamental, maka seni rupa modern memiliki ciri penyederhanaan bentuk. Maka seni rupa posmo memiliki ciri perpaduan penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental. Gaya posmo lebih bebas dan cenderung tidak memiliki aturan tertentu.

pengertian Seni Lukis beserta Bahan dan Alat Untuk Melukis

Pengertian
     Seni Lukis merupakan sa;ah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) diatas bidang yang datar. Pembubuhan cat tersebut diharapkan dapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif. Melukis lebih bebas dalam menafsirkan objek sesuai keinginan pelukisnya.
Bahan dan Alat
    Bahan, dibedakan menjadi :
  • Cat atau tinta :
          - Cat Air

          - Cat Minyak

          - Cat Akrilik

         - Tinta Cina

  • Bidang lukis :
          - Kertas
        -  Kanvas
        - Tripleks
         - Kaca
        - Keramik
        - Tembok

Alat

  • Kuas cat air
  • Kuas cat minyak
  • Pisau palet
  • Sprayer
  • Esel
Lihat juga : Teknik Melukis dan Langkah-Langkahnya

Unsur-Unsur Seni Rupa

Seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsurnya seperti : titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.
  1. Titik, adalah unsur seni rupa yang paling dasar.Titik dapat melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau bidang tekhnik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi, ukuran, dan warna. Titik dikenal dengan sebutan "pointilisme".
  2. Garis, menurut jenisnya garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral, dll. Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis adalah misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, garis spiral berkesan lentur.
    Garis juga dapat memberikan kesan watak tertentu, sehingga dapat digunakan sebagai perlambangan seperti garis tegak melambangkan keagungan atau kestabilan, garis miring mengingatkan pada kegoncangan/tidak stabil, garis tegas kuat berpatah-patah mengesankan kekuatan, garis halus melengkung-melengkung berirama mengesankan kelembutan.
  3. Bidang, merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuksehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi, bidang mempunyai sisi panjang dan lebar serta tidak memiliki ukuran.
  4. Bentuk, juga dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu bentuk geometris dan non geometris.  Bentuk geometris merupakan ilmu yang terdapat ilmu ukur, seperti kubistis.
    Bentuk non geometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, seperti tumbuhan, hewan, dan       manusia
  5. Ruang, dapat digolongkan menjadi 2, yaitu : ruang dalam bentuk nyata, seperti gelas dan kamar. Dan yang kedua ruang dalam bentuk khayalan, seperti lukisan.
  6. Warna, kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna.
    Warna dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu : 1.warna pokok/primer, adalah warna yang tidak berasal dari warna apapun, contoh : merah, kuning, biru. 2.warna sekunder, merupakan campuran dari warna primer, contoh : merah + kuning : orange. 3.warna tersier, merupakan hasil campuran antara warna primer dan sekunder, contoh : kuning + hijau = kuning kehijau-hijauan. Selain jenis-jenis warna tersebut, terdapat pula warna netral, seperti hitam dan putih.
  7. Tekstur, adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada suatu karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang berbeda.

  8. Gelap terang, suatu obyek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya. Demikian pula pada karya seni rupa, seperti lukisan pemandangan alam.
       

Minggu, 18 Maret 2018

Seni Sastra, Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur,dan Manfaatnya

PENGERTIAN SENI SASTRA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni sastra dapat didefinisikan kedalam tiga poin yaitu:
  • Seni sastra. Seni satra disini berasal dari dua kata yaitu “seni” dan “sastra”. Seni berarti ungkapan perasaan manusia yang mempunyai nilai keindahan. Sedangkan sastra merupakan kata serapan yang diserap dari Bahasa Sanksekerta yang berarti panduan, pedoman, atau perintah (dalam bentuk teks maupun suara). Jadi seni sastra dapat diartikan sebagai tulisan atau cerita yang berasal dari ungkapan perasaan manusia yang memiliki nilai keindahan.
  • Seni sastra atau kesusastraan. Seni sastra atau kesusastraan merupakan sesuatu yang bebentuk tulisan maupun cerita yang memiliki nilai seni dan budaya yang menyajikan keindahan tutur dan Bahasa untuk menyamaikan makna tertentu.
  • Sastra. Sastra didefinisikan sebagai Bahasa yang dipakai dalam kitab-kitab dan bukan merupakan Bahasa sehari-hari. Selanjutnya sastra dapat pulaaaaa didefinisikan sebagi karya tulis yang jika dibandingkan dengan dengan tulisan lain memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan dan keindahan dalam isi maupun ungkapannya.

FUNGSI SENI SASTRA

  • Menyampaikan Pesan Moral

    Dalam suatu karya sastra terselip pesan moral dibeberapa bagian seperti di awal, tengah atau akhir karya. Pesan moral itu ada yang penyampaiannnya secara langsung dan ada juga yang secara sembunyi-sembunyi. Tujuannya adalah supaya pembaca atau penikmat karya sastra tersebut memiliki pandangan atau akan bertindak dan perilakukan seperti ajakan dari pembuat karya sastra.
  • Menyampaikan Kritik

    Terdapat pula karya sastra yang memang disengaja dibuat untuk menyampaikan kritik yang bersifal kritik sosial, ekonomi, politik dan juga lain sebagainya. Hal tersebut memiliki tujuan supaya penikmat sastra mempunyai kesadaran tentang kritik tersebut dan menindaklanjuti.
  • Menjadikan Rasa Nasionalisme Bangkit

    Sastra membangun rasa nasionalisme melalui sugesti yang dibangkitkan dari dalam para penikmatnya kemudian sugesti itu diperkuan dengan ditanamkan nilai dan semangat kebangsaan dan juga nasionalisme.
  • Pelestarian Budaya

    Sastra adalah salah satu sarana untuk melestarikan budaya yakni budaya yang asalnya dari lisan kemudian diabadikan dengan tulisan.
  • Sebagai Sarana Pendidikan

    Secara tidak langsung, seseorang yang menikmati karya sastra juga mempelajari nilai, norma serta ajaran budi pekerti yang luhur.

CIRI CIRI SENI SASTRA
Berdasarkan pengertiannya, ciri-ciri seni sastra dapat dibagi sebagai berikut:
1.) Seni sastra berupa Bahasa
Seni sastra berupa Bahasa disini merupakan sastra yang berbentuk ungkapan, kata-kata, cerita, maupun gaya Bahasa.
2.) Seni sastra berupa curahan perasaan

Seni sastra berupa curahan perasaan yang dimaksuf disini yaitu sastra yang berbntuk kitab, buku, tulisan maupun karangan.
 3.) Seni sastra yang tertuang dalam gagasan/nilai

Seni sastra yang tetuang dalam gagasan atau nilai yakni sastra yang bebentuk ajaran, pedoman, perintah, maupun pendidikan.

JENIS – JENIS SENI SASTRA
Berdasarkan pengertiannya seni sastra dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Prosa, merupakan karya sastra yang berbentuk uraian yang dikemas dengan bahasa yang bebas yang tidak terikat oleh irama, diksi, rima dan kemerduan bunyi atau kaidah serta pedoman kesusastraan lainnya. Jenis tulisan yang biasa digunakan dalam prosa adalah adalah jenis tulisan yang mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Prosa biasa digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia dan berbagai jenis media lainnya. 

Prosa dibagi kedalam empat jenis yaitu:

  • Prosa naratif
  • Prosa deskriptif
  • Prosa eksposisi
  • Prosa argumentasi

Prosa memiliki dua bentuk yaitu:
  • Roman, adalah cerita yang mengisahkan seorang tokoh secara keseluruhan dari lahir sampai akhir hayatnya.
  • Novel, adalah cerita yang mengisahkan sebagian kehidupan dari tokoh.

2.Puisi, merupakan sebuah karya sastra yang diuraikan menggunakan diksi atau kata-kata pilihan. Puisi dicirikan dengan adanya pembahasan yang pada namun indah.  Umumnya puisi secara tidak langsung  dapat menimbulkan kecenderungan dari seseorang untuk mempertajam kesadarannya melalui  Bahasa yang memiliki iram dan makna khusus. Contoh puisi seperti sajak, pantun dan balada.
Dilihat dari isinya seni sastra dibagi menjadi empat jenis yaitu:

  • Epik, merupakan karangan yang melukiskan sesuatu secara objektif tanpa mengikuti fikiran dan perasaan pribadi pengarang.
  • Lirikmerupakan karangan yang berupa cuirahan perasaan pengarang secara subjektif.
  • Didaktifmerupakan karya sastra yang bisikan pesan moral, tata karma,agama dan lain-lain.
  • Dramatikmerupakan karya sastra yang berisikan suatu kejadian yang melukiskan gambaran yang berlebihan.


Berdasarkan sejarahnya karya sastra dibagi menjadi dua jenis yaitu:
  • Sastra lama, merupakan jenis karya sastra yang dihasilkan oleh sastrawan yang berada pada zaman kerajaan atau  dimana belum ada pergerakan nasional. Sastra lama terdiri dari pantun, dongeng dan hikayat.
  • Sastra Modern, merupakan sastra yang hidup dan berkenbang dikehidupan masyarakat modern. Karya sastra ini lahir stelah munculnya pergerkan nasional. Sastra modern biasa berupa puisi, prosa, cerpen, novel, roman, dan drama.

UNSUR – UNSUR SENI SASTRA
Dalam seni sastra terdapat unsur-unsur yang membangun seni sastra itu sendiri. Unsur tersebut adalah sebagai berikut:
A. Unsur instrinsik
Unsur instrinsik merupakan unsur yang memengaruhi seni sastra yang terdapat didalam seni sastra itu sendiri, uunsur instinsik seni sastra adalah sebagai berikut:
  1. Tema: adalah pokok persoalan yang ada didalam cerita
  2. Amanat: adalah pesan yang hendak disampaikan oleh pengarang terhadap pembaca
  3. Karakter/perwatakan: Adalah tokoh dalam cerita, karakter tersebut bisa dibagi menjadi:
    • Tokoh Utama: adalah tokoh yang menjadi sorotan utama dalam cerita
    • Tokoh pembantu: adalah tokokh yang menjadi pendamping tokoh utama
      Jika dilihat dari karakter baik atau buruknya, tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonis (buruk) dan antagonis (baik)
  4. Konflik: Adalah permasalahan yang dialami oleh karakter didalam cerita. Konflik dibagi menjadi 2 jenis yaitu konflik internal (konflik yang tidak melibatkan tokoh lain) dan konflik eksternal (konflik yang melibatkan tokoh lain)
  5. Setting/latar: adalah keterangan suatu tempat, waktu, dan suasana
  6. Plor/Alur: adalah jalan cerita di dalam karya dari awal sampai akhir
  7. Simbol: adalah penggunaan karya sastra sebagai wakil suatu hal yang sifatnya abstrak
  8. Sudut Pandang: adalah perwujudan karakter tokoh oleh penulis dalam cerita. Sudut pandang dibagi menjadi: Orang pertama (aku atau saya), Orang kedua (kamu), Orang ketiga (mereka atau dia)
b. Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang membentuk karya sastra dari luar. Umunya unsur ini berupa latar belakang kehidupan penulis, keyakinan dan cara pandang peniulis, adat istiadat, situasi politik, sejarah dan ekonomi yang berada dalam sebuah karya sastra. Meskipun unsur ekstrinsik berada diluar karya sastra namun unsur ini tetap menjadi unsur yang membangun karya sastra. Sehingga karya sastra dapat dinikmati oleh penikmatnya.
MANFAAT SENI SASTRA
  • Menunjukkan kebenaran hidup melalui kisah-kisah yang terdapat didalamnya.
  • Memperkaya rohani penikmatnya. Umumnya sastra menyisakan nilai dan pesan bagi penikmatnya sehingga dengan demikian dapat memperkaya rohaninya.
  • Melampaui batas bangsa dan zaman. Karya sastra disuatu negara bisa terkenal dinegara lain. Karya sastra juga masih tetap hidup meskipun telah ditulis ratusan tahun yang lalu.
  • Dengan adanya sastra penikmatnya dapat memiliki kesantunan berbahasa. Bahsa yang dikemas dalam sastra merupakan bahasa yang yang indah dan menarik. Dengan Bahasa yang menarik biasanya karya sastra juga menghadirkan kalimat yang satun. Sehingga akan melekat pada diri penikmatnya.
  • Sastra dapat menjadikan penikmatnya menjadi manusia yang berbudaya. Satra juga berisikan kebudayaan sehingga dapat menjadikan penikmatnya menjadi menusia yang lebih berbudaya.
sekian artikel kali ini, semoga membantu.

Sabtu, 17 Maret 2018

Jenis-Jenis teater berdasarkan zamannya dan penyampaiannya

Jenis Jenis Seni Teater Berdasarkan Zamannya


Jenis-jenis teater dapat dibagi menurut zamannya. Jenis teater menurut jamannya dibagi dalam tiga jenis, yakni teater tradisional, teater modern, dan teater kontemporer. Berikut keterangannya.

1. Seni Teater Tradisional
Seni teater tradisional adalah seni teater yang asalnya dari suatu masyarakat tertentu. Teater tradisional umumnya tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat. Jadi, dapat dikatakan sangat dekat dan menjadi bagian hidup di dalam masyarakat. Teater tradisional ini diwariskan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang sampai sekarang. Teater tradisional umumnya dikenal pula sebagai teater klasik.

Ciri-Ciri Seni Teater Tradisional

  • Memiliki keunikan dan keindahan tersendiri (dalam bentuk dan cara penyajian, gerak fisik, latar, serta irama pengiringnya).
  • Menggunakan latar atau setting sederhana.
  • Pertunjukan diselenggarakan pada pentas terbuka tanpa menggunakan panggung.
  • Berisi pesan moral dan nilai-nilai luhur.
  • Kebanyakan dari dialognya adalah improvisasi.

Contoh Seni Teater Tradisional
Contoh seni teater tradisional yang banyak dijumpai dalam masyarakat adalah wayang orang, sendratari, lenong dan ketoprak.

2. Seni Teater Modern
Seni teater modern adalah jenis seni teater yang sudah tidak menggunakan pakem seni teater tradisional. Teater modern tumbuh dan berkembang dengan mendapat pengaruh perkembangan dari seni teater barat (dramaturgi). Dapat dikatakan bahwa seni teater ini sudah memiliki struktur, dan dialognya pasti serta mengikuti naskah. Jalan ceritanya pun juga mutlak ditentukan oleh sutradara. Teater modern telah menghilangkan sisi tradisi sehingga lebih menonjolkan sisi hiburan.

Ciri-Ciri Seni Teater Modern
• Bertujuan sebagai hiburan dan mendapatkan apreasiasi saja.
• Menggunakan bahasa nasional di dalam dialognya.
• Pertunjukan diselenggarakan pada pentas tertutup dengan menggunakan panggung serta segala properti pendukungnya.
• Berisi kritik sosial yang ada pada era sekarang.
• Kebanyakan dialognya sesuai dengan naskah, namun tetap boleh untuk diimprovisasi.

Contoh Seni Teater Modern



Contoh seni teater modern yang banyak dijumpai dalam masyarakat adalah drama, operet dan drama musikal.

3. Seni Teater Kontemporer
Seni teater kontemporer adalah jenis seni teater yang mengandung usur kekinian. Teater kotemporer tumbuh dan berkembang di antara para tokoh penggiat teater dan komunitas teater. Seni teater kotemporer tidak menyasar pada jumlah penonton yang banyak atau pertunjukan yang megah. Pertunjukan ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan sutradara pada kalangan yang memahami teater, sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat tersampaikan secara tepat pada penontonnya.

Ciri-Ciri Seni Teater Kontemporer
• Merupakan buah pikir atau ide dari pada sutradara pribadi.
• Menggunakan bahasa nasional atau internasional di dalam dialognya.
• Pertunjukan diselenggarakan sesuai dengan tema. Dapat dilakukan pada pentas tertutup atau pentas terbuka, tanpa atau dengan panggung.
• Berisi nilai atau pesan sutradara yang hendak disampaikan pada penonton tertargetnya.
• Dialognya sebagian dari naskah, sebagian improvisasi.

Contoh Seni Teater Kontemporer

Contoh seni teater kontemorer yang banyak dijumpai dalam masyarakat seperti teater jalanan, teater persembahan (tribute to) dan teater kemanusiaan.

Jenis-Jenis Seni Teater Berdasarkan Penyampaiannya

Jenis - jenis teater menurut penyampaiannya dapat dibagi dalam lima jenis, yakni teater boneka, drama musikal, teater gerak/ pantomim, teater dramatik dan teaterikalisasi puisi. 

1. Seni Teater Boneka
Seni teater boneka merupakan jenis seni teater yang dimainkan para tokoh yang berupa boneka. Biasanya teater ini mengangkat tema cerita legenda atau kepercayaan tertentu. Teater boneka telah ada sejak zaman Yunani, India dan Mesir Kuno, yang dibuktikan dari ditemukannya seni teater tersebut di dekat makam-makam kuno.
Boneka yang digunakan dapat bermacam-macam. Seperti boneka yang digerakkan dengan tali Marionette, boneka yang digerakkan dengan tongkat seperti wayang, dan yang digerakkan dengan tangan. 

2. Drama Musikal
Seni teater yang berbentuk drama musikal adalah jenis seni teater yang dimainkan oleh orang serta didukung dialog yang indah. Teater jenis ini mengedepankan suara dalam penyampaian ceritanya. Pementasannya dapat dilakukan dalam bentuk dialog, nyanyian, musik, dan dipadukan dengan tarian dan alunan lagu.

Contoh drama musikal yang paling sering dilakukan dalam masyarakat adalah opera. Opera juga sering dipentaskan dalam tim paduan suara untuk membuat suasana jadi lebih hidup. Selain itu, opera juga merupakan seni teater lawas yang diperkirakan sudah ada di dunia barat sejak awal tahun 1600 masehi.

3. Seni Teater Gerak


Seni teater gerak merupakan jenis seni teater yang biasa dimainkan dengan menggunakan dialog minim, bahkan terkadang tanpa dialog. Teater gerak juga disebut sebagai pantomim. Tokoh dalam seni teater gerak hanya menyampaikan cerita melalui gerakan saja. Dalam beberapa pertunjukan, pantomim sering dipetnaskan tanpa menggunakan properti sama sekali. Karenanya, penonton pantomim akan diajak untuk membayangkan properti melalui perlakuan dan ekspresi tokohnya. Pantomim termasuk jenis seni tetaer paling minimalis, baik dari segi unsur maupun penampilan.

4. Seni Teater Dramatik
Seni teater dramatik merupakan jenis seni teater yang menyajikan rangkaian cerita persis dengan kejadian nyatanya. Seni teater dramatik menggunakan dialog dari naskah yang ketat, jarang dan seringkali bahkan tanpa improve. Tata gerak dan penuturan cerita dalam teater dramatik dibuat dengan senyata mungkin.

Dapat dikatakan pula bahwa seni ini menitikberatkan pada kemiripan dari kejadian nyata terhadap isi cerita, atau sesuai pakem. Tidak ada pengembangan dan improvisasi dalam pementasannya karena tujuannya murni untuk menyamakan cerita sesuai kejadian nyata agar semirip mungkin.

5. Teatrikalisasi Puisi
Teatrikalisasi puisi merupakan jenis seni teater yang dimainkan berdasar pada karya sastra puisi. Biasanya, teatrikalisasi puisi berisi tentang suara dan pandangan si pembuat puisi tersebut. Apabila dilihat dari kandungan isi ceritanya, maka teatrikalisasi puisi bersifat menyampaikan ajakan untuk melakukan suatu hal.

Selain itu, teatrikalisasi puisi juga dapat digunakan sebagai media penyampaian suara atau kritik sosial. Kebanyakan pementasan seni teater ini dilakukan ketika ada acara khusus tertentu dengan penonton yang terbatas.

Sekian artikel yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga membantu :)

Menggambar Flora, Fauna, dan Benda Alam

A. Konsep Menggambar Flora, Fauna, dan Benda Alam      Menggambar merupakan kegiatan manusia yang melibatkan koordinasi antara penglihat...